Home HUKUM TERKAIT KASUS PENGEROYOKAN SMK HARAPAN MULYA DINILAI GAGAL DIDIK PELAJAR.

TERKAIT KASUS PENGEROYOKAN SMK HARAPAN MULYA DINILAI GAGAL DIDIK PELAJAR.

209
0

JAKARTA, TRANSPARANCY.COM – Sekolah adalah tempat belajar dan tempat menuntut ilmu agar anak didiknya menjadi manusia yang berguna bagi Negara, keluarga dan masyarakat sekitarnya, tetapi kenyataannya di SMK HARAPAN MULYA tidak demikian adanya, dunia pendidikan seakan tercoreng oleh prilaku siswa-siswa pelajar yang mengkedepankan premanisme sebagai jalan penyelesaian.

Telah terjadi pegeroyokan pada tanggal 5 bulan januari 2015 siswa pelajar SMK HARAPAN MULYA diwilayah Pademangan Barat, aksi pengeroyokan tersebut dilakukan oleh siswa yang bernama Sindy dan Hendry terhadap siswa yang bernama Sanlong, pihak sekolah dalam hal ini terkesan membiarkan dan  mengabaikan permasalahan pengeroyokan yang terjadi pada siswa-siswanya, kurang lebih sudah empat bulan kasus ini bergulir,  pihak kepolisian Polres Jakarta Pusat baru menindaklanjuti laporan   pihak korban yang langsung berkasnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negri Jakarta Pusat, pelaku diperiksa oleh kejaksaan kurang lebih selama tiga jam dan dalam waktu bersamaan pula korban yang bernama Sanlong dipangil oleh Polres Jakarta Pusat dikarenakan pelaku pengeroyokan melaporkan balik ke kepolisian Polres Jakarta Pusat.

Korban diperiksa selama kurang lebih tiga jam, dalam melakukan BAP pihak penyidik yang bernama Soleha terkesan meg intimidasi korban atas kakak korban Herman kepada TRANSPARANCY.COM,kakak korban mengatakan saat peyidikan korban tidak boleh didampingi oleh keluarganya padahal usia korban masih dibawah 17 tahun.

Pihak sekolah dalam hal ini harusnya pro aktif dalam menyelesaikan anak didiknya agar kasus ini tidak berlarut larut. Saat TRNSPARANCY.COM melakukan penelusuran lebih dalam lagi kasus pengeroyokan siswa SMK HARAPAN MULYA berujung damai dengan melibatkan pihak pores Jakarta pusat dan kedua belah pihak, perdamaian ini dilakukan di polres Jakarta pusat dengan keputusan bahwasanya perselisihan ini tidak akan dilanjutkan kembali baik ditngkat kepolisian atau di tingkat kejaksaan.

Sangat memprihatinkan memang dunia pendidikan kita saat ini, pihak pemerintah khususnya KEMENDIKBUD dasar dan menengah diharapkan menindak tegas sekolah yang tidak memperhatikan anak didiknya karna generasi harapan bangsa tergantung pada dunia pendidikan.   (Muryanto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here