Home HUKUM Terkait Penghapusan Video Wartawan PWRI, Kapolres Jakut

Terkait Penghapusan Video Wartawan PWRI, Kapolres Jakut

244
0

Jakarta, Mediatransparancy.com – Jakarta,Pada tanggal 16 February 2016, terjadi  insiden di Mapolresta  Jakarta Utara yang menimpa  salah seorang jurnalis anggota  Persatuan Wartawan Republik Indonesia berinisial  Nfs.

Audiensi PWRI dengan Polres (15/03/2016)
Audiensi PWRI dengan Polres (15/03/2016)

Insiden kecil terjadi saat Nfs sedang melakukan  peliputan di lingkungan  Markas Kepolisian Resort Jakarta Utara, namun tiba – tiba diamankan oleh kabid propam kompol santoso dan di bawa ke ruangannya. Sesampai di ruangan Kasi Propam disusul oleh kabag humas polres jakarta utara dan mereka menginterogasi wartawan tersebut serta berujung pada kejadian rekaman video di kamera wartawan dihapus oleh kabag humas.

Peristiwa penghapusan rekaman video peliputan tersebut  merupakan salah satu tindakan yang menurut kami, para jurnalis yang tergabung dalam wadah Persatuan Wartawan Republik Indonesia   merupakan suatu pembatasan terhadap kebebasan pers.

“Mengacu  pada UU Pers No. 40 Tahun 1999 tentang pers pasal 4, itu jelas telah terjadi pelanggaran. Dengan dihapusnya rekaman video itu  ada indikasi  pengekangan dan penyensoran terhadap produk produk jurnalistik, dan saya akan melayangkan surat resmi klarifikasi kepada Kapolres Jakarta Utara terkait peristiwa itu,” Kata Dharma Leksana Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia Jakartta Utara di kantornya jalan raya  Yos Sudarso no. 57 plumpang  jakarta utara (16/02/16) seusai mendengar insiden tersebut.

Kemudian diaturlah  pertemuan dengan  pihak  Polres Jakarta Utara tanggal 15 Maret 2016 bertempat  di Mapolres Jakarta Utara untuk mendengarkan  keterangan Kapolres  terkait peristiwa  diatas agar terjadi keseimbangan pemberitaan dan  informasi.

Dihadiri sebanyak 15 orang  Pengurus Lengkap  dan Anggota  Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia  pertemuan  dengan Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol. Daniel Tifaona didampingi  Wakapolres  AKBP Yuli Kurniawan, Kasi Propam Kompol Santoso  dan Kabag Humas Kompol  HM. Sungkono  acara  berlangsung dengan  kondusif dan saling menghargai.

“Saya baru sekitar 2 bulan menjabat Kapolres di Jakarta Utara ini, jadi  kita belum saling mengenal sehingga telah terjadi  miss-communication dan terjadi  kesalahpahaman terkait  penghapusan video rekaman peliputan di mapolresta jakarta utara.  Melalui  pertemuan ini saya  minta maaf telah terjadi  ketidaknyamanan  wartawan  anggota  PWRI yang meliput pada saat itu. Memang saya yang memberi perintah untuk melakukan tindakan tersebut, karena memang  saya rasa ada kepentingan lebih besar yang harus kita dukung bersama sama.” Papar Kapolres dengan tegas.

“Saya berharap agar selanjutnya, setelah kita saling mengenal  maka harus  dilanjutkan dengan  komunikasi yang intensif sehingga tercipta suatu  sinergi yang positif untuk bersama sama membangun sebuah  pemerintahan yang  clean and good governance,”  Lanjut Kombes Pol . Daniel Tifaona mantan Kapolres  Bekasi itu.

Daniel berjanji, “kejadian ini tidak akan terulang lagi, anggap saja kajadian ini sebagai perkenalan kita untuk bekerjasama lebih baik, kejadian kemarin karena kita belum saling kenal, ada istilah tak kenal maka tak sayang, “ pungkasnya. (Team pwrijakut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here