Home BERITA TERBARU Terkait PJB, PT Indotruck Utama Digugat Wanprestasi di PN Jakut

Terkait PJB, PT Indotruck Utama Digugat Wanprestasi di PN Jakut

63
0

Jakarta,mediatransparancy.comPerusahaan ternama dibidang penyediaan alat berat PT.Indotruck Utama, beralamat di Jalan Raya Cakung Cilincing Kav. 3A Jakarta Utara, digugat ingkar janji (Wanprestasi ) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Penggugat Arwan Kote melalui kuasa hukumnya Jan Untung Situmorang, mengajukan gugatan atas kerugian yang dialami penggugat terkait perjanjian pembelian dua unit alat berat Exavator.
Gugatan ingkar janji yang disampaikan penggugat dikarenakan tergugat tidak mematuhi isi perjanjian untuk menyediakan barang pesanan penggugat sebagaimana kesepakatan kedua belah pihak.

Dalam perkara a quo tersebut penggugat selaku pembeli tanpa paksaan telah setuju dan sepakat untuk mengadakan dan menandatangani perjanjian jual beli satu Unit Crawier Excavator Volvo EC 2100 sebagaimana tertuang dalam perjanjian nomor 157/PJB/ITU I JKT I vu / 2017 tertanggal 27 Jull 2017, dimana dalam pasal 1457 BW disebutkan, jual beli adalah suatu persetujuan dengan mana pihak yang satu mengikat.

Guna menindaklanjuti isi petikan perjanjian disepakati untuk membeli satu Unit Crawler Excavator Volvo EC 2100 dari tergugat seharga Rp 1.265.000.000, satu miliiar lebih. Dimana tergugat barkewajiban menyerahkan 1 Unit Excavator Volvo EC 2100 kepada penggugat selambatnya 1 minggu setelah uang muka down peimen DP lunas.

Semua telah diatur dan disepakati dalam perjanjian, hingga tempat penyerahan barang, tergugat PT.Indotruck Utama berkewajiban membeli menyediakan Exavator hingga penandatanganan berita acara serah terima barang di saksikaan para pihak. Barang akan dikirimkan dan diserahkan tergugat segera setelah tergugat menerima pembayaran.

Penggugat menyebutkan, perjanjian jual beli yang dibuat kedua belah pihak telah memenuhi syarat sahnya perjanjian sebagaimana diatur dalam pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, yaitu
adanya kesepakatan antara penggugat dan tergugat mengenai jual beli Excavator Volvo EC 210D.

J.Untung kuasa hukum Arwan Koty (penggugat)saat wawancarai wartawan

Para pihak membuat suatu perikatan yaitu adanya suatu hal tertentu dan suatu sebab yang halal. Karena perjanjian jual beli telah memenuhi syarat sahnya perjanjian sebagaimana diatur di dalam Pasal 1320 BW, sehingga penggugat memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo, untuk menyatakan sah dan berharga perjanjian pual beli Nomor 157/PJB/ITU / JKT/VII/2017 tertanggal 27 Juli 2017.

Penggugat telah memenuhi kewajibannya dengan melakukan pembayaran lunas pembelian satu unit Crawler Excavator Volvo EC 210D seharga 1.265.000.000 satu milliar lebih sebagaimana bukti pembayaran tanggal 12 Oktober 2017 sebesar 265 juta rupiah, tnggal 17 November 2017, 1 milliar rupiah. Sesuai pasal 1513 KUHPerdata menyatakan bahwa kewajiban utama pembell adalah membayar harga pembelian pada waktu dan ditempat yang ditetapkan dalam persetujuan

Akan tetapi, walaupun penggugat telah memenuhi kewajibannya membayar
lunas pembelian Crawler Excavator Volvo EC 210D kepada tergugat namun, sampai dengan saat ini tergugat PT.Indotruck Utama, belum menyerahkan satu unit Exavator yang diperjanjikan keduaa belah pihak.

Sebagai itikad baik dari penggugat untuk menyelesalkan permasalahan tersebut, penggugat telah melayangkan Somasi, teguran kepada tergugat supaya memenuhi kewajibannya sesuai perjanjian jual beli untuk mengembalikan uang yang telah dibayarkan penggugat atas pembellan unit Excavator Volvo EC 210D atau menyerahkan unit Excavator Volvo EC 210D dalam keadaan baru kepada penggugat, akan tetapi tergugat tetap tidak juga mengindahkan somasi, teguran tersebut.

Sidang gugatan yang dipimpin majelis hakimĀ  Fahzal Henri tersebut, penggugat meminta, majelis menghukum tergugat supaya mengembalikan uang pembayaran Exavator yang tidak kunjung di beli tergugat. Demikian juga terkait kerugian penggugat yang timbul akibat perbuatan tergugat supaya dibayar ke penggugat

Menurut J.Untung Situmorang, kuasa hukum penggugat usai persidangan mengatakan, adanya gugatan yang diajukan penggugat dikarenakan tidak adanya etika.

penulis : P.Siantury

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here