Home BERITA TERBARU Terlibat Infestasi Bodong Linawati Diadili Terancam Lima Tahun Penjara

Terlibat Infestasi Bodong Linawati Diadili Terancam Lima Tahun Penjara

244
0

Jakarta Mediatransparancy.com

Lience Linawati, (30), warga Perumahan Pabuaran Residence Cimone, Kecamatan Karawaci, Kabupaten Tangerang, harus berurusan dengan hukum, duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri Tangerang atas dakwaan jaksa penuntut umum dugaan penipuan infestasi bodong.

Terdakwa yang sempat tinggal di Cluster Kirana, jalan Sutra Kirana 3 No 7, Alam sutra Tangerang, sejak bulan Juni 2020, tersebut, kini masuk terali besi atas laporan korban, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan hukum.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum Endang, Dian Eka Lestari, menyebutkan, terdakwa Lince Linawaty melakukan dugaan penipuan sejak tahun 2016 sampai 2018. Dengan bujuk rayuan memperdaya korban Dahlyanti supaya mau menanamkan modal Infestasi terhadap terdakwa.

Atas bujuk rayuan dan janji janji bagi keuntungan yang disampaikan terdakwa, sehingga korban bergerak menyerahkan barang berupa alat alat elektronik hingga berjumlah milliaran rupiah sebagai modal infestasi tersebut.

Namun setelah ditunggu dan ditunggu janji janji bagi hasil yang disampaikan terdakwa hanya janji semata tidak sesuai kenyataannya.
Atas perbuatannya terdakwa dijerat dengan pasal 378, 372 jo pasal 64 (1) KUH Pidana, kata jaksa 8/07/20.

Sidang yang dipimpin majelis hakim Arif Budi Cahyono didampingi hakim anggota Mahmuruddin dan Kamarudin Simanjuntak itu, berlangsung secara Video Teleconference untuk mengantisifasi penyebaran Covid Nineteen.

Menurut jaksa, saksi pelapor Dalyanti, sudah berulang kali menagih janji janji keuntungan yang diutarakan terdakwa. Bahkan terdakwa mengatakan telah mentransfer sejumlah uang ke Bank korban dan memperlihatkan bukti kirimannya lewat WhatsApp, namun uang tak pernah masuk rekening pelapor.

Hingga proses persidangan nomer perkara register No.1326/Pid.B/2020 di Pengadilan Negeri Tangerang, terdakwa belum pernah membayar kerugian saksi mencapai 5 miliar rupiah. ujar jaksa. P.Sianturi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here