Home NASIONAL Ternyata Revolusi Logam Juga Dibutuhkan Indonesia

Ternyata Revolusi Logam Juga Dibutuhkan Indonesia

189
1

Jakarta, Mediatransparancy.com – Rencana Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pindad (Persero) untuk memproduksi alat berat jenis Excava 200 tahun 2016 mendatang mendapatkan apresiasi. Sejauh ini sudah ada pemesanan 600 unit Excava 200 dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat serta Kementerian BUMN.

‎”Ini adalah permulaan yang baik bagi kedaulatan Republik dengan memegang prinsip Ekonomi yang berdikari,” jelas Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo), Bastian P Simanjuntak kepada wartawan, Senin (14/9).‎  Walau begitu, untuk menunjang industri manufaktur alat berat Pindad, pemerintah disarankan Bastian segera melakukan revolusi logam. Revolusi itu penting dilakukan agar‎ mineral logam di kelola oleh bangsa sendiri, dari bahan mentah hingga menjadi bahan jadi, dari batu atau bijih hingga menjadi logam.

‎”Kita punya BUMN raksasa, ada Antam untuk penambangan, ada Krakatau Steel untuk peleburan, ada Pindad untuk pembuatan alat berat. Mereka harus bisa bersinergi dengan baik untuk mengolah mineral logam kita dari bahan mentah hingga menjadi bahan jadi,” terang dia.‎  “Perut bumi kita kaya akan mineral logam, seperti Besi, Nikel, Tembaga, Seng, Alumunium, Timah, Timah Hitam, Molybdenum, Mangan. Jadi untuk apa kita impor bahan baku logam? Silahkan tanya Pindad, apakah logam yang digunakan untuk membuat eksavator murni buatan Indonesia? Pasti jawabannya tidak,” sambung Bastian.

‎Karenanya, dia lagi-lagi tekankan bahwa revolusi logam harus segera dilakukan ‎agar industri manufaktur alat berat kita bisa 100 persen berdikari. ‎”Revolusi logam tidak butuh investor asing, jika memang insinyur-insinyur kita belum mampu, kita bisa bayar kontraktor asing dengan sistem beli putus,” tandasnya. [hs/red]‎

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here