Home HUKUM Tidak Ada Alat Bukti Yang Lengkap Di Persidangan Pembunuhan Eko FBR

Tidak Ada Alat Bukti Yang Lengkap Di Persidangan Pembunuhan Eko FBR

293
0
Kelima saksi dipersidangan kasus pembunuhan Eko (Pengadilan Negeri Jakarta Utara)

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia menyebutkan bahwa Negara Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum bukan atas kekuasaan belaka. Hal ini berarti memberi konsekuensi negara menjamin bahwa setiap warga negara mendapatkan perlindungan dan bersamaan hak kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan agar dapat tercipta keseimbangan dalam masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera dalam segala aspek kehidupan. Keamanan dan ketertiban dalam masyarakat dapat terwujud apabila negara dapat menjunjung tinggi hak asasi manusia sehingga hak dan kewajiban setiap warga negara dilindungi, dihormati dan tidak dirampas oleh negara. Untuk itulah negara membuat aturan hukum, salah satunya dengan membuat adanya Hukum Acara Pidana di Indonesia. Permasalahan yang timbul bagaimana penerapan alat bukti petunjuk oleh hakim dalam menjatuhkan putusan tindak pidana pembunuhan dan apa sajakah kendala-kendala yang dijumpai dalam penerapan alat bukti petunjuk tesebut bagi hakim dalam menjatuhkan putusan tindak pidana pembunuhan.

Dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Jenis data yang dipergunakan ialah data yang diperoleh dari peraturan perundang-undangan, dokumen-dokumen, dan buku-buku literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis kualitatif dengan instrumen metode yuridis-normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan alat bukti petunjuk oleh hakim dalam menjatuhkan putusan tindak pidana pembunuhan sangat nampak dalam alat bukti petunjuk, baik antara yang satu dengan yang lain maupun dengan tindak pidana itu sendiri, menandakan bahwa telah terjadi suatu tindak pidana dan siapa pelakunya sedangkan kendala-kendala yang dijumpai dalam penerapan alat bukti petunjuk bagi hakim dalam menjatuhkan putusan tindak pidana pembunuhan antara lain datang dari penegak hukum dalam hal ini yaitu hakim, pelaku kejahatan dan dari korban sendiri.

Namun sangat disayangkan yang terjadi dipersidangan pembunuhan Almarhum Eko di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada hari kamis, 7 Mei 2015. Alat bukti persidangan hanya sebuah pakaian yang digunakan disaat almarhum menghembuskan nafas terakhir. Kenyataan nya para saksi yang telah disumpah dipersidangan mengungkapkan bahwa almarhum Eko terbunuh dengan berbagai alat seperti benda tumpul (Balok dan Batu), Senjata Tajam, dan Panah. “di saat malam itu 30 desember 2014, dengan situasi yang gelap almarhum dikroyok dan di pukuli Stanley dkk menggunakan balok, dan senjata tajam” ungkap Anto dipersidangan. “saya juga termasuk korban pengeroyokan oleh stanley dkk yang menyebabkan luka bacok di bagian kepala dan tertusuk panah dibagian badan belakang “ tambah Anto dalam kesaksian.

Dengan ketidak lengkapan Alat Bukti, disini dipertanyakan kinerja kepolisian yang tidak menyertakan Alat Bukti seperti benda tumpul, senjata tajam, dan panah sebagai pelangkap bukti menjerat Stanley dkk. (azis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here