Home BERITA TERBARU Tiga Oknum Anggota BNN Pemilik Shabu 3,7 Kg Dituntut 18 Tahun Penjara

Tiga Oknum Anggota BNN Pemilik Shabu 3,7 Kg Dituntut 18 Tahun Penjara

446
0

Jakarta Mediatransparancy.com

Tiga terdakwa anggota Kepolisian RI, Abdul Muim, Sumanto dan Marco yang ditugaskan di Badan Narkotika Nasional (BNN), pemilik Shabu Shabu 3.780 gram, dituntut jaksa hanya 18 tahun penjara, denda 1 milliar rupiah.

Menyikapi tuntutan jaksa, sejumlah pengunjung sidang menilai adanya dugaan permainan jaksa dalam persidangan kepemilikan Shabu tersebut. Tuntutan jaksa dinilai sangat ringan sebab, ketiga terdakwa merupakan penegak hukum, sebagai aparat negara yang dibiayai negara, seharusnya mengayomi, melindungi warga dan negara ini dari peredaran Narkotika.

Tapi oknum anggota BNN tersebut malah sebagai pemilik dan pengedar barang haram yang seharusnya hukumannya ditambah (ada diatur dalam undang undang) dan berbeda dengan hukuman masyarakat umum.

Dalam hal ini, jaksa dituding sebagai pembela dan melindungi penjahat Narkoba oknum BNN, dengan tuntutan hanya 18 tahun penjara, kata pengunjung sidang yang tidak ingin disebut jati dirinya itu di Pengadilan Negeri Jakarta Utara 7/07/20.

Sebagaimana tuntutan yang dibacakan jaksa Theodora, ketiga terdakwa disidangkan dengan berkas terpisah (disiplit), dengan hukuman yang sama. Perbuatan ketiga terdakwa merupakan pemufakatan jahat bersama sama atas kepemilikan barang haram Shabu, memiliki menyimpan, mengedarkan Narkotika tanpa ijin dari yang berwajib.

Dalam Requisitor jaksa menyebutkan, berdasarkan fakta fakta, keterangan saksi saksi, keterangan ahli, barang bukti yang terungkap dalam persidangan, ketiga terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melawan hukum sebagaimana diatur dalam undang undang Narkotika bukan tanaman.

Dalam rangkaian perbuatan ketiga terdakwa, Marco ditangkap Satuan Narkoba Polda Metro Jaya di Apartemen Green Like Sunter, Jakarta Utara, sekitar bulan September 2019 lalu atas informasi masyarakat. Saat penangkapan, ditemukan Shabu di dalam Apartemen dan di mobil terdakwa ribuan gram. Dalam pengembangan ke Apartemen Kalibata City petugas juga menemukan Shabu. Berdasarkan pengembangan penyidikan, mengarah keterlibatan Abdul Muim dan Sumanto sebagai pemasok Shabu kepada Marko. Dengan bukti transferan uang dari Marko ke isteri Abdul Muim dan rekening Sumanto yang diduga sebagai hasil penjualan Shabu.

Atas perbuatan yang dilakukan terdakwa, dari diri terdakwa tidak ditemukan hal hal yang dapat meringankan. “Terdakwa tidak mendukung program pemerintah tentang pemberantasan dan peredaran Narkotika. Sehingga patutlah dihukum sesuai perbuatannya”, kata jaksa dihadapan majelis hakim pimpinan Dodong, didampingi hakim anggota Ponto dan Sarwono 7/07/20.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim memberikan kesempatan terhadap terdakwa dan penasihat hukumnya untuk menyusun surat Pledoi selama sepekan. P.Sianturi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here