Home Berita Terbaru TIM Pembela Hukum (TPM) Kivlan Zen “Advokat Rakyat Semesta” resmi Ajukan Penangguhan...

TIM Pembela Hukum (TPM) Kivlan Zen “Advokat Rakyat Semesta” resmi Ajukan Penangguhan Penahanan Mayjen (Purn) TNI AD Kivlan Zein

186
0

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Pak Kivlan Zein yang sekarang disangkakan dan telah menjalani proses BAP 1 kali di Subdit 4 Jatanras Unit 1 Polda Metro Jaya langsung ditahan setelah sebelumnya secara paksa dijemput alias dilakukan penangkapan dengan senjata lengkap, diduga tanpa ada surat penangkapan yang ditunjukkan dari Mabes Polri, dan setelah pemeriksaan di Bareskrim sebagai tersangka makar berdasarkan laporan polisi 0442 dengan pelapor Jalaludin, yang diberitakan di TV oleh Tito Karnavian selaku Kapolri bersama Wiranto saat jumpa pers adanya rencana pembunuhan terhadap pejabat negara dan selanjutnya adanya show off senjata api oleh Iqbal dan Aparat TNI lainnya.

Ir. Tonin Tachta Singarimbun, SH (kiri) selaku Tim Pengacara Mayjen (Purn) TNI AD Kivlan Zen dan yang juga merupakan Ketua Umum Ormas Paska Mesima (Persadan Masyarakat Karo merga Singarimbun ras Anakberuna) saat mengelar rapat koordinasi bersama Tim, yang selanjutnya membuat keterangan tertulisnya terkait pengajuan surat permohonan penangguhan penahanan terhadap Kivlan Zein yang telah disampaikan kepada para awak media pada, Kamis (06/6).dok-red

Oleh sebab itu, maka dengan demikian perbuatan kepemilikan senjata yang masih perlu diuji lagi kebenaran terkait dugaan rencana pembunuhan, pembiayaan pembunuhan dan entah-berantah apa lagi dirancang berdasarkan keterangan BAP Projustisia Iwan als Tahjudin yang sebenarnya mengenai isi BAP tsb cukup pada tahap penyelidikan jika dimaksudkan mantan Kastaf Kostard tersebut sehingga sekarang menjadi rumit persoalan hukum dan sumirnya antara sebagai aktor yang sekarang rencana pembunuhan berujung dengan kepemilikan senjata api.

Demikian yang dikatakan Ir. Tonin Tachta Singarimbun, SH selaku Tim Pengacara Kivlan Zen dan yang juga merupakan Ketua Umum Ormas Paska Mesima (Persadan Masyarakat Karo merga Singarimbun ras Anakberuna) dalam keterangan tertulisnya yang telah disampaikan kepada para awak media pada, Kamis (06/6/2019).

Kivlan Zen memang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus makar. Bukan hanya itu, pensiunan Mayor Jenderal TNI AD ini juga telah menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait adanya dugaan kepemilikan senjata api.

Ir. Tonin Tachta Singarimbun, SH serta dengan tim kuasa hukum Kivlan Zein telah mengajukan dan telah menyerahkan surat permohonan penangguhan penahanan terhadap klien-nya kepada pihak Kepolisian RI pada hari Senin tanggal 3 Mei 2019.

“Ada tanda terimanya selain juga mengurus mulai dari Penyidik Jatanras unit 1 dan 2, Kasubit Jatanras AKBP Siagian dan meng-kordinasikan di Ruang Direktur Reskrimum yang ternyata sampai hari Selasa disposisi tidak turun juga karena Pak Dir belum kembali ke tempat berdasarkan jawaban stafnya di lantai 2 ruang eks Wakapolda Metro Jaya,” ungkap Tonin.

Seperti diketahui bahwa dalam keterangan acara Konferensi Pers Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian di TV yang duduk disebelah Menkopolhukam Wiranto tentang rencana pembunuhan oleh Iwan didanai atau atas perintah seseorang dengan Jelas di TV disebutkan siapa-siapa yang diduga menjadi target pembunuhan adalah Menkopolkam Wiranto, Luhut Binsar Panjaitan, Budi Gunawan dan Gories Mere.

Kemudian ke 6 orang yang dituduh terlibat sebagai eksekutor, sumber / penyedia senjata yang dibiayai tersebut ternyata adalah adalah 1 orang Istri Purn Mayor Jenderal, ada Anggota TNI yang sudah berhenti selanjutnya mengenai “kebenaran status mereka bisa di cek di penyidik”. Dengan cepat dan tangkas maka : Helmi Kurniawan alias IWAN, Azwarmy, Tajudin, Irfan, Adnil, Vivi di tetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan polisi nomor : LP/439/V/2019/PMJ/Direskrimum tanggal 21 Mei 2019 dengan pelapor Mada Dimas SH., atas nama terlapor H. Kurniawan alias Iwan dkk.

Dalam pasal 1 UU Darurat Nomor 12 tahun 1951, yang mana pelapor diduga adalah polisi sendiri jadi bukan delik aduan sehingga sebenarnya apakah ke-6 orang tersebut ditangkap atau tertangkap tangan di Cikini sebelum rencana pembunuhan dimaksud pada tanggal 22 Mei 2019 sebagaimana demontrasi tersebut telah memakan korban jiwa juga.

Selain itu, berdasarkan keterangan Tonin, dijelaskan pula bahwa Abil Marati diluar nama ke-6 orang tersebut juga diduga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam skenario rencana pembunuhan tersebut dengan dana Rp 50 juta rupiah.

Maka dengan telah selesainya demonstarsi tanggal 22 Mei 2019 dan dugaan rencana pembunuhan Wiranto cs., tidak pernah terjadi maka Kivlan Zen ditokohkan sebagai pendana dan perancang pembunuhan Wiranto, Luhut, Budi Gunawan dan Gories Mere yang mana kebenarannya hanya berdasarkan pengakuan dalam BAP sebagaimana ucap Pak Tito disebelah Pak Wiranto dalam press conference mengundang wartawan yang mana senjata yang akan dipergunakan untuk pembunuhan dimaksudkan juga di publikasikan oleh Polisi dan TNI dalam press conference yang berbeda waktu dan tempat.

Mayjen (Purn) TNI AD Kivlan Zein mantan Kepala Staf Pangkostrad TNI AD yang ada hubungan dengan Iwan yang memiliki hutang-piutang karena wanprestaai sebesar Rp 150 juta karena tidak dapat menyelenggarakan aksi orasi mengenang supersemar demikian juga Azwarmi adalah supir paruh waktu (partime) yang diduga memiliki senjata tak bersurat guna pengawalan Mayjen (Purn) TNI AD Kivlan Zein berdasarkan referensi Iwan sekitar 3 bulan lalu.(red)

 

Reporter : Ach Zark
Editor   : Hisar S
alterntif text

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here