Home DAERAH Tolak Tambang Di Pulau Laut

Tolak Tambang Di Pulau Laut

331
0
Gbr: Aksi demo masyarakat Kotabaru dan sejumlah LSM tolak tambang

Kotabaru (Kalsel), Transparancy.com – Cukup pulau Sebuku yang hancur akibat tambang, jangan ada lagi pulau laut yang kita cintai dan tempat kelahiran kita hancur akibat di tambang.

Masyarakat dan LSM Kotabaru yang berjumlah 100 (seratus) orang dan bergabung dengan masyarakat kurang lebih seribu orang antusias berdemo didepan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotabaru untuk menolak kegiatan pertambangan di Kabupaten Kotabaru khususnya di Pulau Laut yang di laukan oleh PT Sebuku Iron Lateritic Ores (Silo). Hardiyandi.SH dalam orasinya, ” jangan sepat Pulau Laut hancur,karena tangan-tangan yang jahil, akibat kebijakan yang tidak benar, akibat kebijakan tidak jujur. kita akan menyampaikan kepada DPR perihal penolakan tambang di Pulau Laut.(‎16/02/15)

IMG_20150216_092631
Sambung Tungu dalam orasinya ,”kita harus berpikir kalau pulau ini hancur akibat pengerukan tambang oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab terhadap kelestarian lingkungan maka yang mengalami kerugian besar adalah tidak lain kita sebagai warga Kota Baru sendiri dan dampaknya akan terasa nanti sampai kepada anak dan cucu kita. Kita harus bersyukur bahwa dukungan masyarakat nelayan dari Rampa adalah sebuah bentuk nyata untuk membantu perjuangan kita dan kita minta ke Allah lindungannya supaya Pulau Laut jangan ditambang.

Lanjut bang Tungu,”mari seluruh masyarakat pulau laut Kabupaten Kotabaru mari kita bersama-sama menyatukan tekat,menyatukan visi, bahwa kita tolak tambang di pulau laut, dan kita menyerukan kepada kawan-kawan agar jangan hanya bicara di diwarung kopi dan diojekan aja, mari kita bersama-sama datang kekantor DPR menolak tambang di Kotabaru,”ungkap. Bang Tungu.

Yudi Sudardi (16/02/15) LSM Merah Putih mengatakan,”‎kepada masyarakat Kotabaru agar kiranya memahami maksud dan tujuan kami turun kejalan untuk menyampaikan aspirasi ke DPR dalam rangka penolakan tambang di pulau laut ini.

Tuntung.H.ST (16/02/15) LSM (KELAPA MAS 18) mengatakan Menolak keras tambang di Pulau Laut ‎seperti eksploitasi Sumber Daya Alamnya dan Pulau laut termasuk kedalam kategori pulau kecil di mana dalam UU No,27 Th 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil pada pasal 1(3) di sebutkan bahwa pulau kecil memiliki luasan 2.000 km2 beserta ekosistemnya.

Lanjut LSM (Kelapa Mas 18),”Pulau Laut memiliki luas 1.873,36 km2 dan termasuk pulau kecil yang tidak layak untuk ditambang karena dalam UU No.27 Th.2007 tentang pengelolaan Wilayah Pesisir dan pulau kecil pasal 23 (2) bahwa pemanfaatan Pulau-pulau kecil dan perairan di sekitar nya‎ diprioritaskan untuk salah satu kepentingan berikut : a. Konservasi,pendidikan pelatihan, penelitian dan pengembangan budidaya laut, parawisata, usaha perikanan dan kelautan dan industri perikanan secara lestari, pertanian organik serta peternakan.

Dampak lingkungan yang sangat patal adalah kerusakan lingkungan ‎yang sangat parah dan perlunya dilakukan peninjauan ulang terhadap AMDAL PT Sebuku Iron Lateritic Ores (Silo) dan dilakukan pembuatan AMDAL yang benar sesuai dengan peraturan yang berlaku,dimana dampak pertambangan harus dilihat secara komprehensif.

Kata LSM, “‎PT.Silo tidak memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian yang telah di sepakati dimana PT.Silo menyetujui akan membangun Jembatan yang menghubungkan Kotabaru dengan daratan Kalimantan,tetapi PT.Silo tidak sanggup untuk membiayai pembangunan jembatan tersebut,pada saat sekarang pembangunan jembatan tersebut dibiayai oleh APBD Propinsi.‎(san)
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here