banner 728x250

Tuntutan Jaksa Dinilai Tidak Punya Peri Kemanusiaan, Pasutri Minta Keringanan Putusan Kepada Hakim

  • Share

Jakarta,mediatransparancy.comTerdakwa Pasangan Suami Isteri (Pasutri) Hendra Yusuf alias Ahong dan Tian Liqien, yang dituntut jaksa selama 15 tahun dan 13 tahun penjara, dinilai tidak mempunyai peri kemanusiaan.

Selain hukuman penjara, kedua terdakwa juga dihukum denda masing masing 1 milliar rupiah, Subsidair selama enam bulan kurungan atas kepemilikan barang terlarang psikotropika berupa Shabu Shabu seberat 100 gram, dan pil Ekstasi berlogo Happy fave,

judul gambar

Tuntutan yang tidak memiliki rasa kemanusiaan tersebut, terdakwa dan penasehat hukum terdakwa meminta supaya majelis hakim memberikan hukuman yang seringan ringannya terhadap terdakwa Hendra Yusuf. Sementara terdakwa Tian Liqien diminta supaya dibebaskan majelis hakim dari dakwaan dan tuntutan jaksa.

Hal itu disampaikan penasehat hukum kedua terdakwa, Doan Tagah, SH dan rekan, saat membacakan nota Pembelaan atau Pledoi di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, pimpinan Dodong Imam, didampingi hakim anggota Pontoh Riyanto 25/3/2021.

Sidang yang digelar secara virtual tersebut, menurut penasehat hukum, terdakwa telah mengakui perbuatannya dan tidak akan melakukan perbuatan melanggar hukum serta tidak akan mengulangi kembali perbuatannya terkait peredaran Narkotika dan obat obat terlarang. Hal itu di perjelas kedua terdakwa saat majelis hakim Dodong menanyakan lewat sambungan telepon seluler sidang virtual.

Menurut penasehat hukum terdakwa, perbuatan Pasutri tersebut berlatar belakang karena faktor ekonomi yang harus memenuhi kebutuhan keluarga. Keduanya atas ajakan terdakwa Jhony Aciang. Terdakwa dikenakan undang undang Narkotika, tanpa hak memiliki menyimpan mengedarkan, barang Narkoba 100 gram. Jaksa menuntut Hendra 15 tahun penjara dan Tian 13 tahun penjara.

Tuntutan tersebut dianggap tidak manusiawi sebab jaksa dinilai tidak mempertimbangkan hal yang meringankan. Terdakwa masih mempunyai anak kecil yang harus di jaga dan digendong ibunya. Sehingga dalam hal ini majelis hakim diminta supaya memutuskan perkara Tian Liqien yang masih punya anak kecil dengan putusan yang obyektif.

Dan apabila majelis berpenilaian lain, penasehat hukum meminta supaya terdakwa diputus yang seringan ringannya dan seadil adilnya”, kata Doan usai pembacaan Pledoinya.
Menyikapi Pledoi terdakwa dan penasehat hukum nya, Jaksa Penuntut Umum Evan menanggapinya dengan lisan. Dihadapan majelis dan penasehat hukum jaksa mengatakan tetap pada tuntutan.

Penulis : P. Sianturi

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *