Home BERITA TERBARU Unit Reskrim Polsek Sekincau Amankan Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

Unit Reskrim Polsek Sekincau Amankan Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

186
0

LAMPUNG BARAT, MEDIA TRANSPARANCY – Unit Reskrim Polsek Sekincau, Polres Lampung Barat (Lambar) pada Juma’at (12/6/20) kemarin sekitar pukul 17 : 00 WIB berhasil mengamankan seorang pelaku pencabulan anak di bawah umur samaran Mawar. Hal tersebut di sampaikan Kapolsek Sekincau AKP Sukimanto, S.Sos., M.M., mewakili Kapolres Lambar AKBP Racmat Tri Haryadi, S.IK., MH., Sabtu (13/06/2020)

Menurut AKP Sukimanto, warga Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kabupaten Lambar atas nama Solihin diamankan Unit Reskrim Polsek Sekincau berdasarkan surat laporan Polisi DASAR :
LP/ B – 216 / VI / 2020 / POLDA LAMPUNG / RES LAMBAR / SPK SEK SEKINCAU, pada tanggal 12 Juni 2020 oleh orang tua korban atas nama Salamudin Bin Anwar (42) warga Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten setempat, Kata Kapolsek

Masih kata Kapolsek, menurut keterangan dari orang tua korban, kronologi peristiwa tindak pidana persetebuhan terhadap puteri kesayangan anak di bawah umur yang di lakukan oleh pelaku, bermula pada hari sabtu tanggal 30 mei 2020 sekitar pukul 10.00 WIB Pelapor diberitahukan oleh Tika istri pelapor bahwa puteri mereka berinisial mawar tidak ada dirumah, selanjutnya pelapor mencari puterinya kearah Kebun Tebu, Bungin, Puncak Sumber Jaya sampai sore hari, namun pelapor tidak menemukan keberadaan puterinya.

Kemudian pelapor menunggu puterinya di rumah kediamannya hingga larut malam, akan tetapi puteri kesayangannya tidak juga pulang, karena letih seharian full mencari puterinya ahirnya pelapor tertidur dan terjaga pada keesokan harinya, tak menyerah pelapor melanjutkan untuk melakukan pencarian dimana keberadaan puteri kesayanannya dan pada hari minggu 31 Mei 2020 sekitar pukul 07.00 WIB pelapor pergi mencari sendiri ke arah bungin kerumah kerabatnya yang bernama Yuyum, dan sesampainya dirumah yuyum
pelapor akhirnya pelapor menemukan puterinya. Bahagia bercampur haru kemudaian pelapor mengajak puterinya pulang. Setelah sampai dirumah, pelapor menanyakan kepada puterinya dengan berakata, “dari pergi kemana kamu nak dan pergi sama siapa” dijawab “main ke tebu pak sama solihin” pelapor jawab “kemana lagi Nak” dijawab “kesekincau” pelapor jawab “kemana lagi” dijawab “langsung kesuoh” pelapor jawab “terus nyampe kesuoh kamu ngapain” dijawab sembari menangis “saya ditidurin oleh solihin pak disetubuhi sekitar jam 21.00 WIB. Saya dipaksa kalau saya gak mau saya gak dianter pulang sama solihin” pelapor jawab “kenapa kamu gak teriak biar yang punya rumah tau” dijawab “saya takut pak,.!! takut gak dianter pulang” pelapor jawab “yaudah Nak lain kali gausah diulangin lagi ya nak”. Tidak terima dengan kejadian yang menimpa puterinya, pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sekincau, Ungkap Kapolsek

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya saat ini pelaku dan barang bukti berupa satu helai baju kaos lengan pendek warna putih bergambar, satu helai celana Jeans panjang warna hitam merk AENER, satu helai BH warna ungu dan satu helai celana dalam warna ungu.

Atas tindakannya telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur pelaku dapat di jerat dengan pasal Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76D dan atau Pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No.1 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas UU RI No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, tegas Kapolsek Sekincau AKP Sukimanto.

Penulis : Sis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here