Home Berita Terbaru Untuk Menegakan Kebenaran Tim Kuasa Hukum Haryanto Chandra Tetap Pada Pledoinya

Untuk Menegakan Kebenaran Tim Kuasa Hukum Haryanto Chandra Tetap Pada Pledoinya

125
0

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM –Sidang perkara dugaan pemalsuan dengan terdakwa Hariyanto Candra di gelar di pengadilan negeri jakarta utara senin 04/0219.dengan agenda sidang replik (atas tanggapan jaksa penuntut umum)

Menanggapi Tuntunan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tim kuasa hukum Haryanto Chandra tetap pada pledoinya, Bahwa seluruh dalil dalil keberatan yang telah di kemukakan dalam Eksepsi (Nota Keberatan) atas Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum, merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dengan Piedoi (Nota Pembelaan) ,serta dianggap dikemukakan kembali dalam pembelaan Terdakwa Hariyanto Candra, Oleh karena itu mohon dipertimbangkan oleh Majelis Hakim, terutama bagian bagian eksepsi yang belum dipertimbangkan dalam Putusan Sela yang
menyangkut kompetensi atau kewenangan mengadili.

Dalam pledoinya Tim kuasa hukum Haryanto Chandra juga menaggapi Atas surat tuntan pidana JPU, dalam fakta fakta yang terungkap di persidangan, baik melaui keterangan Saksi Saksi dan keterangan Terdakwa yang menunjukkan bahwa Terdakwa Haryanto Chandra tidak dapat dipersalahkan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Dakwaan melanggar Pasal 263 ayat (1) KUHP.

Dalam surat tuntutan JPU banyak hal yang keliru dan sengaja menyebutkan fakta fakta yang tidak sebenarnya berkaitan dengan keterangan Saksi Saksi di persidangan. Tim kuasa hukum Haryanto Chandra mengatakan demi kepentingan hukum dan pembelaan Terdakwa maka perlu dikemukakan kembali fakta fakta hukum yang sebenarnya, yang terungkap melalui keterangan Saksi Saksi di persidangan secara berturut turut.

Dalam Tuntunya JPU diduga mnerepakan unsur “Barang Siapa”. Bahwa secara teoritis makna unsur “Barang Siapa” atau “setiap orang” (bestitelen) menunjuk kepada siapa orangnya yang harus bertanggung jawab atas tindak pidana yang didakwakan itu, atau setidak-tidaknya mengenai siapa orang yang harus dijadikan terdakwa. Kata “setiap orang” identik dengan terminologi, “Barang Siapa” (hiij”). Oleh karena itu, kata “setiap orang” atau “Barang Siapa” sebagai siapa saja yang harus dijadikan sebagai terdakwa atau setiap orang sebagai subiek hukum pendukung hak dan kewajiban (natuudijk persoon) yang dapat dimintai peranggung jawaban pidana atas tindak pidana yang dilakukan, sehingga secara histories -kronologis manusia sebagai subjek hukum telah dengan sendirinya menuhi kemampuan bertanggung jawab kecuali secara tegas undang  undang menentukan lain. Bahwa berkaitan dengan dugaan adanya tindak pidana “membuat surat palsu” atau “memalsukan surat” incasu, dihubungkan dengan hukuman pidana sebagaimana dimaksud diatas.

Bahwa untuk membuktikan apakah Terdakwa Haryanto Chandra telah melakukan perbuatan sebagaimana disebutkan dalam Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum, maka harus dilihat teori pemidanaan, penanggungjawaban dalam pembuktian di persidangan pengadilan. Bahwa unsur “setiap orang/barang siapa” sebagaimana dimaksudkan oleh Pasal 263 ayat (1) KUHP. tidak dapat ditujukan/diterapkan semerta merta kepada diri terdakwa Haryanto Chandra karena untuk menentukan unsur tersebut tidak cukup dengan menghubungkan Haryanto Candra sebagai perseorangan pribadi atau subyek hukum sebagai Terdakwa dalam perkara aquo. Akan tetapi unsur “setiap orang barang siapa” tersebut harus dihubungkan dengan “perbuatan yang dapat dimintakan pertanggung jawaban ” pada diri terdakwa.

Saat di konfirmasi awak media, kuasa hukum Haryanto Chandra mengatakan.” Hal tersebut  hakim harus tau akan hukumnya, asas inilah yang harus dikedepankan untuk mencari kebenaran materil sehingga hakim tidak menghukum orang yang tidak bersalah.” Ujar Appe Hamonangan Hutahuruk SH MH.

reporter :Nurhadi

alterntif text

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here