banner 728x250

USAID Diminta Jangan Kecewakan Samosir Untuk Kedua Kalinya

  • Share
Ket Gambar: Diskusi publik tentang peran serta multi pihak dalam mengatasi krisis air bersih di Pulau Samosir yang difasilitasi USAID.

SAMOSIR – United States Agency For International Development (USAID) atau Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat, merupakan badan independen dari pemerintahan Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas bantuan untuk bidang ekonomi, pembangunan, dan kemanusiaan untuk negara-negara lain di  dunia dalam mendukung tujuan-tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Pada hari Jumat 23 September 2022, tepatnya di Hotel JTS Parbaba, Kabupaten Samosir, USAID melakukan diskusi publik untuk mengatasi krisis air bersih di Kabupaten Samosir, dihadiri puluhan peserta dari berbagai lapisan masyarakat Samosir, antra lain: tokoh agama, anggota DPRD Samosir, anggota Tim Bupati Percepatan Pembangunan (TBPP), beberapa orang kepala desa, dan beberapa anggota kelompok tani.

judul gambar

Mangoloi Sinaga dari komunitas ‘Gajah Toba’ yang dijadikan sebagai narasumber dalam acara itu mengatakan, untuk mengantisipasi krisis air minum, agar masyarakat  menjaga dan melestarikan sumber air yang ada di Kabupaten Samosir.

Begitu juga dengan Charles Sitindaon selaku anggota TBPP  yang juga narasumber mengatakan, bahwa untuk mengatasi krisis air minum dikabupaten Samosir merupakan peran serta pemerintah mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Ia juga berharap diskusi itu berujung dengan realisasi.

Menurut Charles, untuk menjaga sumber air, salah satu upaya yang harus dilakukan adalah  pelestarian alam, salah satunya dengan penanaman pohon dan meneliti tanaman yang cocok di Samosir, apakah tanaman itu mengganggu atau tidak, sehingga ia juga meminta kepada tokoh agama agar saat berkotbah supaya menghimbau jemaatnya menanam pohon. Charles menyebutkan Sungai Sitapi Gagan yang berada di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Sianjurmulamula, Kabupaten Samosir cocok dijadikan sumber air bersih.

Semantara Parluhutan Samosir sebagai anggota DPRD Samosir dari komisi lll yang membidangi Infrastruktur merasa kecewa, karena USAID sudah pernah melakukan seperti ini pada tahun 2008 lalu, namun tidak ada realisasinya. Ia memohon agar USAID tidak mengecewakan masyarakat Samosir untuk yang kedua kalinya. Ia berharap kedatangan USAD kali ini mengubah air mata menjadi mata air terealisasi.

Menurutnya persoalan air bersih bukan persoalan yang paling besar, tapi persoalan pergeseran sosial budaya dan partisipasi masyarakat. Maka pemkab Samosir sekarang akan berupaya mengembalikan sosial budaya itu.

Namun menurut Raja Simarmata, Kepala Desa Lumban Suhisuhi Toruan, Samosir tidak mengalami krisis air bersih jika masyarakat mau, pada saat musim hujan dapat melakukan penampungan air, sehingga pada saat musim kemarau ketersediaan air mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.

Sementara Adi Sinaga dan Siska Barimbing dari pihak USAID mengajak anggota yang berdiskusi untuk membentuk suatu Forum untuk tujuan mengatasi sumber air bersih dan menjadikan forum itu menjadi miliknya masyarakat Samosir dan pihak USAID akan mengawal dan memberikan nilai tambah. “Setelah Forum ini terbentuk, kita akan berdiskusi membahas apa yang memungkinkan yang akan kita lakukan,” kata Siska.

Noven Sitorus dari Komunitas Gajah Toba yang mengatakan bahwa komunitasnya sudah bergerak melakukan sosialisai dan memberikan bantuan beberapa pompa air kepada para petani tadah hujan. Ia berharap pihak USAID juga melakukanya.

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published.