banner 728x250

Vantas Lakukan Kerangka Mendukung Visi-Misi 2021-2024

  • Share

SAMOSIR, MEDIA TRANSPARANCY – Seminar atau webinar program strategis Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Samosir Untuk periode 2021-2024 kerangka “Pro Perubahan”.

Berdasarkan viisi dan misi kerangka “pro perubahan” yang diagungkan pasangan Vantas selama kampanye dalam mendulang suara atau mengambil simpatisan perhatian rakyat di daerah tersebut.

judul gambar

Tidak berapa lama lagi akan segera dilantik Bupati dan Wakil Bupati priode 2021-2024. Demi untuk mempercepat program, pihaknya melakukan seminar/webinar  program strategis Bupati/Wakil Bupati Samosir yang digelar Rabu.(24/3/2021). Dilaksanakan di Hotel Vantas Desa Sialanguan Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Propinsi Sumatera Utara.

Adapun pembahasan dalam kegiatan Seminar, yaitu  fokus pada 5 sasaran titik inti. (1). Sumber Daya Manusia dan Peradaban. (2). Klinik Pertanian. (3). Pariwisata Berbudaya (4). Trading House For UMKM dan (5). Pembangunan Desa Ala Korea.

Sumber Daya Manusia dan peradaban menguasai kompetensi dan karakter (etos kerja),Antara lain :  Pendidikan Formal Unggul SD, SMP, SMA,Akademi,  PT dan Kejuruan, Vokasi dan Pelatihan untuk keahlian dengan sertifikasi. Pendidikan karakter : ahlak mulia kesantunan, kejujuran, keramahan, integritas.

Pendidikan kebudayaan. Antara lain: Adat, dalihan natolu, sejarah dan situs Batak pengobatan, mossak.

Klinik Pertanian, tempat petani konsultan tentang budaya dan penggunaan teknologi ramah lingkungan – fokus pada produksi asli.

Pada pariwisata berbudaya SMILE, S : Situs-situs. M: Melayani wisatawan sebagai Raja,  I : Inklusif dengan melibatkan warga lokal,  L: lingkungan Danau Toba, E: etika /etos kerja.

Trading house, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pusat promosi dagang produk asli daerah by usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi, konsultan bisnis dan teknologi, galeri produksi asli lokal, Gudang dengan sistim resi gudang, promosi produk kopi dan usaha kecil menengah (UMK), packing dab branding dan sistim informasi pasar dan market on line.

Kuncinya, partisipasi warga dengan sistim gotong-royong model pembangunan inklusif dan berkelanjutan seperti perencanaan diawali dengan musyawarah desa, pelaksanaan bekerja bersama-sama, serta pengawasan yang mengikut sertakan setiap warga ikut mengawasi dan memelihara.

Karakter positif warga SMART yaitu santun,  belajar tanpa henti, adop tu iptek, rajin dan jujur dan tertib, taat.

Pada strategi membangun desa kisah sukses saemaul undong Korea, yaitu merubah mindset warga : lebih rajin, percaya diri, dan gotong royong.(1).Pemerintah membantu (non tunai), (2).Dorong warga lebih rajin, percaya diri dan gotong-royong. (3).Pelatihan/vokasi dan diskusi antar warga desa.(4). Studi banding warga ke desa tetangga yang berhasil.

Dalam menghadapi konflik antar warga yang tidak terelakkan hadapilah dengan pendekatan dalihan natolu, yaitu manat mardongan tubu, somba marhulahula, elek marboru.

Perlu dikaji,  bahwa konsep sukses bukan sukses diatas penderitaan pihak lain, melainkan sukses jika berhasil memberikan manfaat bagi warga dan masyarakat, sukses jika berhasil melaksanakan prinsip tata kelola pemerintah yang baik (Good Governance) Demikian menurut nara sumber, Ir S. Benny Pasaribu, MEc, PhD dalam kerangka diskusi I,  menyambut kepemimpinan Vantas pada priode 2021-2024.

“Hal senada,  Bungaran Sitanggang dalam acara seminar penajaman program kerja 100 hari, 6 bulan dan satu tahun dan selanjutnya merupakan hal baku,  sarana menampung aspirasi rakyat”.

“Hal itu jarang dilakukan Bupati dan  Wakil Bupati daerah lain. Itu berarti dapat disimpulkan harapan perubahan pembangunan Samosir dapat segera terwujud”.

“Program itu baik dan realistis dan tidak muluk muluk. Karenanya perlu dukungan semua elemen termasuk anak rantau untuk terlaksananya pembangunan tersebut sesuai visi dan misinya, ” Ucapnya.

“Untuk betul betul diberdayakan masyarakat desa dan dibantu membentuk Bumdes sebagai bagian usaha Desa menuju kesehteraan”.Pemerintah kedepan harus tegas dalam mengambil suatu keputusan yg  bermanfaat bagi masyarakat luas, “Ujar Bungaran.

“Menyangkut kesulitan lahan Ulayat pendapat saya,  bahwa dalam hukum itu dikatakan hukum adat berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan hukum nasional . Ulayat itu ada sepanjang riil masih dimanfaatkan ole pemilik Ulayat itu sendiri, “Pungkas Bungaran, mengakhiri.

Penulis: Hatoguan Sitanggang
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *