Home NASIONAL Wagub : Pemerintah Bersama Masyarakat Jambi Terus Tingkatkan Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan...

Wagub : Pemerintah Bersama Masyarakat Jambi Terus Tingkatkan Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan

283
0
Turut hadir dalam lokakarya tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Ir.Irmansyah Rachman: Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi: Ir.Budidaya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, M.Zubaidi AR, SH, M.Si; serta para undangan

Jakarta, Transparancy.com – Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, H.Fachrori Umar menyatakan bahwa pemerintah bersama masyarakat Provinsi Jambi terus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Hal tersebut disampaikan oleh Wagub dalam Lokakarya Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan, bertempat di Ruang Rapat Mawar Gedung Pertemuan
Balai Kartini, Jakarta, Kamis sore (17/1).

Dalam lokakarya yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI ini, ada 8 gubernur atau yang mewakili yang menyampaikan paparan singkat tentang penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, dengan penekanan pada upaya preventif (pencegahan), yaitu dari: 1.Jambi, 2.Riau, 3.Sumatera Selatan, 4.Sumatera Utara, 5.Kalimantan Barat, 6.Kalimantan Selatan,
7.Kalimantan Tengah, dan 8.Kalimantan Timur.

Pada sesi presentasi dari Provinsi Jambi yang disampaikan oleh Wagub dengan judul Rancang Tindak Pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan di Provinsi Jambi, Wagub mengakui bahwa memang masih terdapat kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi, namun demikian pemerintah bersama masyarakat dan dunia usaha terus meningkatkan upaya penanggulangan kebakaran, terutama upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Wagub menjelaskan, langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Jambi meliputi:
1.      Deteksi dini melalui pemantauan hotspot dilakukan setiap hari.
2.      Memberikan informasi hotspot kepada Posko Dalkarlahut kabupaten/Kota.
3.      Sosialisasi/penyuluhan kepada masyarakat pengguna lahan.
4.      Patroli kebakaran lahan dan hutan.
5.      Gelar regu dalam rangka kesiapsiagaan kebakaran lahan dan hutan.
6.      Menyiapkan peralatan kebakaran lahan dan hutan.
7.      Monitoring peralatan pada perusahaan bidang perkebunan, kehutanan dan pertambangan.
8.      Membuat pengumuman Gubernur Jambi tentang pencegahan kebakaran lahan dan hutan.
9.      Pembuatan leaflet/booklet untuk kampanye pencegahan kebakaran lahan dan hutan.
10.  Melaksanakan pemadaman.

Wagub menyampaikan, langkah-langkah/upaya lainnya dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Program Pemberdayaan Masyarakat yang Berbasis Lahan) adalah: 1.Pengembangan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dengan pencadangan seluas 49.703 ha di Kabupaten Tebo, Sarolangun, Muaro Jambi, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Merangin, dan
Kerinci., 2.Pengembangan Hutan Desa (HD) dengan pencadangan seluas 9.723 ha di Kabupaten Bungo, Batanghari, dan Merangin, 3.Hutan Rakyat, 4.Hutan Kemasyarakatan, 5.Hutan Adat, 6.Pembangunan Hutan Tanaman Pola Kemitraan, dan 7.Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan lainnya yang melibatkan masyarakat.

Selanjutnya, Wagub mengemukakan harapan kepada Kementerian Lingkungan Hidup, yaitu untuk mengantisipasi semakin meluasnya kerusakan lahan gambut di Provinsi Jambi, kedepan perlu diperlihatkan kepada masyarakat, bagaimana membuat konservasi lahan gambut melalui suatu percontohan yang dananya bersumber dari APBN. Selain itu, Wagub berharap agar Kementerian Lingkungan Hidup bisa membantu memberikan alat pemantau kondisi iklim atau early warning instrument dan alat
pemantau kualitas udara (ISPU).

Dalam sesi wawancara, Wagub mengharapkan agar seluruh kalangan di Provinsi Jambi benar-benar memperhatikan dan mencegah permasalahan kebakaran hutan dan lahan. Wagub mengungkapkan, peran masyarakat dan dunia usaha harus
terus ditingkatkan. “Pemerintah, masyarakat dan dunia usaha harus bahu-membahu.Dan, Alhamdulillah CSR dunia usaha di Jambi juga turut berkontribusi,” ujar Wagub.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Daaerah (BLHD) Provinsi Jambi, Dra.Hj.Rosmeli, M.Si mengungkapkan, salah satu permasalahan serius dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan adalah sulitnya mengubah budaya masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Rosmeli menyatakan, koordinasi dan sinkronisasi kabupaten/kota di Provinsi Jambi berjalan. “Menurut schedule, terutama kalau memasuki musim panas (kemarau), kita meningkatkan koordinasi dengan kabupaten/kota, termasuk juga para pengusaha kita undang, khususnya daerah-daerah yang rentan kebakaran. Februari kita sudah koordinasi. Jadi, koordinasi dan sosialisasi lebih dini,” jelas Rosmeli.

Sebelumnya, dalam pembukaan lokakarya, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Prof.Dr.Balthasar Kambuaya, dalam arahannya menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan ini sangat penting. “Seharusnya bisa kita atasi. Ini bukan sesuatu yang permanen,” sebut Balthasar.

Balthasar mengungkapkan bahwa kebakaran hutan dan lahan di Indonesia makin serius dari tahun ketahun dan harus dicarikan solusinya. “Ini masalah kita bersama dan harus kita atasi,” tegas Balthasar.Balthasar menuturkan, ada 3 hal yang harus dilakukan dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan, yaitu:
1.      Early warning system (sistem peringatan dini) harus dibangun
2.      Keterlibatan masyarakat harus
terus ditingkatkan. Masyarakat harus dilibatkan. “Kita harus berbicara langsung ke masyarakat di lapangan. Keterlibatan masyarakat setempat perlu kita perluas. Bukan hanya masyarakat, tetapi juga perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan
pengelolaan hutan dan lahan.
3.      Penegakan hukum (law enforcement)
“Saya mohon dukungan dari bapak ibu supaya ini bisa kita selesaikan. Ini harus bisa kita selesaikan. Ini tanggung jawab kita
bersama,” sebut Balthasar.

Perwakilan dari Dirjen
Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri menyampaikan paparan dengan judul Peningkatan Kapasitas Pemda dalam Pencegahan Kebakaran, yan intinya bahwa pengelolaan lingkungan, diantaranya penanggulangan kebakaran termasuk bagian dari pelayanan publik dan pelayanan dasar dan Pemda harus memberdayakan masyarakat dalam mencegah kebakaran dan memadamkan kebakaran, serta jangan sampai terjadi pembiaran. (lia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here