banner 728x250

Wali Kota Jakarta Barat Diminta Bongkar Bangunan Tanpa Izin Di Jalan Fajar Cengkareng Timur

  • Share

Jakarta,mediatransparancy.comWali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, diminta melakukan pengawasan melalui jajarannya Suku Dinas Cipta Karya dan Pertanahan dan Polisi Pamong Praja (Sudin Citata dan Pol PP) untuk melakukan pembongkaran terhadap sejumlah bangunan melanggar izin, termasuk bangunan kios kios yang di klaim milik ahli waris nyangnyang, berada di Jalan Fajar Baru No.75, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat.

Pasalnya,Bangunan sejumlah kios-kios yang ditengarai untuk fasilitas bisnis tidak ada landasan hukumnya seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sehingga masyarakat meminta agar Wali Kota Jakarta Barat mengambil langkah hukum untuk penegakan Peraturan Daerah DKI Jakarta (Perda), tantang membangun dan sanksinya di DKI Jakarta.

judul gambar

Masyarakat menilai, pengerjaan suatu bangunan tanpa didasari pengurusan pemilikan izin merupakan pelanggaran hukum dalam hal ini Perda. “Jika kios kios yang di jalan Fajar selesai dibangun tanpa ada tindakan pembongkaran, maka secara tidak langsung Wali Kota selaku pelaksana Perda dinilai tidak taat hukum atau mandul dalam melaksanakan Perda itu sendiri.

Hal itu dikatakan Samaruddin SH, pemerhati perkotaan Jakarta, 10/11/2020, menyikapi maraknya bangunan yang melanggar perizinan di wilayah Jakarta Barat, salah satunya pembangunan kios kios di jalan Fajar Cengkareng. Jika pembangunan tidak di awasi dengan ketat sesuai Peraturan Daerah, maka secara otomatis telah merusak tata kota itu sendiri. Hal itu sudah pasti akan menimbulkan kesemrawutan kota dikemudian hari.

“Apalagi bangunannya di pinggir jalan raya maka secara langsung telah melanggar membangun terkait menggunakan lahan Badan Jalan, Taman dan jalur Hijau. Untuk itu, seluruh Wali Kota di DKI Jakarta harus ketat mengawasi pendirian bangunan yang tidak memiliki izin membangun apalagi di llahan fasilitas kepentingan umum seperti badan jalan, Taman, jalur jijau,”kata Samaruddin menegaskan. 10/11/20.

Menurut informasi, Lahan yang dibangun kios tanpa izin tersebut sempat menjadi lahan sengketa, Antara Nursalim alias Hendrik dan nyangyang. Anehnya walau lahan masih berstatus tidak tetap pembangunan kios bisa berjalan lancar. Berkaitan dengan pembangunan tersebut warga menuding ada apa aparat Pemkot Jakarta Barat hingga kios bisa selesai dibangun bahkan sudah tahap penyewaan.”kata warga.

Menyikapi pelanggaran izin membangun dan sanksi tindakan yang diberikan aparat di wilayah Jakarta Barat, Baik Sudin Citata dan Satpol PP,  Jakarta Barat, serta pihak yang mengklaim pemilik bangunan ahli waris Yayang atau kuasa hukumnya belum memberikan tanggapannya.

Penulis  : P.Sianturi

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *