Home BERITA TERBARU Wali Kota Jakut : “Mari Kita Bangun Kerjasama Pemerintah dan Masyarakat, Dalam...

Wali Kota Jakut : “Mari Kita Bangun Kerjasama Pemerintah dan Masyarakat, Dalam Mengatasi Pademi Virus Covid-19 di Jakut”

473
0

Yusup Majid Kasatpol PP Jakut Pimpin Razia PSBB di Kecamatan Tanjung Priok

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Satpol PP Jakarta Utara melancarkan razia kerumunan di sejumlah ruas jalan saat dipemberlakuan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Jakarta sejak 10 April lalu hingga saat ini minggu 26/04/2020 di seputaran Kecamatan Tanjung Priok.

Kasatpol PP Jakut Yusup Majid saat memberikan arahan kepada anggotanya

Kasatpol PP Jakarta Utara Yusuf Majid saat memimpin apel gelar razia PSBB di kantor wali kota Jakarta Utara mengatakan pihaknya sudah memetakan beberapa titik yang rawan di kecamatan Tanjung Priok diantaranya banyak masyarakat yang masih kurang peduli akan kesehatannya sendiri seperti dengan mengendarai tidak menggunakan masker dan juga tempat rumah makan yang masih memberikan pelanggannya untuk makan di tempat tidak membawa pulang.

“Kita setiap hari melakukan razia di 6 kecamatan di Jakarta Utara sejak PSBB di perbelakukan di DKI Jakarta, dan kita menggandeng juga POMAL, KODIM 0502, GARNISUN dan POLRI di setiap razia PSBB. Dijelaskannya, pelaksanaan PSBB kali ini bukan lagi sekadar sosialisasi semata, melainkan telah memasuki tahap penindakan. Meski begitu, sisi humanis dan ketegasan tetap dikedepankan dalam penindakan aturan tersebut. Fasenya saat ini penindakan. Tetapi menjadi acuan humanis dan tegas karena yang kita hadapi ini adalah virus. Yang dihadapi bukan warga. Yang kita hadapi bukan pelanggar,” tegasYusup Majid kepada mediatransparancy.com minggu 26/04/2020.

Petugas Satpol PP dan POMAL memberhentikan mobil karena sang supir tidak menggunakan masker

Dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam penanganan virus Corona (COVID-19) mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020. Penegakan aturan pun dilakukan dengan cara humanis dan tegas.

Menurut Marlina (35) salah satu pedagang di wilayah Gorontalo Sungai Bambu yang warungnya di tempelin stiker untuk larangan tutup memgatakan “Ya habis bagaimana mas kita khan juga makan untuk anak-anak saya, penghasilannya juga dari dagang ini saja saya mas”.

Petugas menempelkan larangan untuk berdagang

“Walaupun petugas menempelkan stiker larangan untuk berdagang, saya pun terima saja mas untuk kesehatan bersama. Ya mudah-mudahan kasus virus covid-19 di Indonesia khususnya di DKI Jakarta cepat berakhir,” tambah Marlina yang berharap PSBB segera berakhir.

Kemudian menurut Sigit Wijatmoko wali kota Jakarta Utara yang di hubungi melalui washapp mengatakan “Saya berharap untuk masyarakat Jakarta Utara untuk mentaati aturan yang di keluarkan oleh pemerintah agar menggunakan masker, cuci tangan setiap saat dan yang utama tetap di rumah saja jika tidak ada keperluan mendesak”.

“Mari kita bangun kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi pademi virus covid-19 saat ini, jangan sampai kita dan keluarga tertular virus tersebut. Oleh sebab itu saya mohon sekali lagi kepada seluruh masyarakat Jakarta Utara untuk semakin sadar dalam menjaga kesehatan dalam mengatasi pademi virus covid-19”, Tambah Sigit Wijatmoko kepada mediatransparancy.com.

Penulis : Aloysius

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here