Home BERITA TERBARU YORRYS RAWEYAE : DIHARAPKAN APARAT PENEGAK HUKUM BERTINDAK TEGAS, JIKA TERBUKTI BERSALAH...

YORRYS RAWEYAE : DIHARAPKAN APARAT PENEGAK HUKUM BERTINDAK TEGAS, JIKA TERBUKTI BERSALAH TANGKAP SAJA

324
0
(Photo : Yorrys Raweyae, Politisi Partai Golkar Dan Mantan Ketua Pemuda Pancasila)

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Politis partai Golkar asal Provinsi Papua, Yorrys Raweyae merasa terusik dengan kejadian dilapangan yang belakangan ini namanya kerap dicatut, dijadikan backing di beberapa perusahaan.

Yorrys Reweyae yang juga mantan Ketua Ormas Pemuda Pancasila ini angkat suara, tidak membenarkan prilaku Dirut PT. Energi 9, Benyamin Ellyas yang kerap mencatut nama dirinya dan nama RBT, dimana keduanya adalah selaku komisaris dan komisaris utama di perusahaan tersebut, untuk keperluan diluar perusahaan.

“Lha aku iki sopo? (lha saya ini siapa-red},” tukas Yorrys singkat saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (6/3).  Saya, lanjut Yorrys,  tidak tahu menahu perihal ulah Benyamin Ellyas dalam menjalankan roda perusahaan. Saya pikir itu hal biasa, terkait persaingan bisnis. ,’’ jelasnya.

Bagaimana dengan banyak pihak yang mencari Ellyas karena merasa dirugikan dengan bukti bukti yang dimiliki?

“Kalau dia (Ellyas) berbuat kejahatan dan melawan hukum, ya laporkan saja pada kepolisian.  Saya tidak bisa menghalangi aparat penegak hukum menjalankan tugasnya kepada pelaku kejahatan di negeri ini, termasuk pada Benyamin Ellyas, ’’ tukas Yorrys.

Sebagai Direktur Utama, Benyamin Ellyas –biasa dipanggil Ellyas–tentu biasa melakukan kontrak bisnis dengan banyak kalangan dan mitra kerja serta vendornya. Disayangkan, diantara beberapa kontrak disepakati, tidak sedikit berakhir  dengan kekecewaan vendor. Selain merasa dikemplang juga dibuat sakit hati karena merasa dikadalin begitu saja oleh Ellyas.

Beberapa vendor yang merasa ditipu mentah-mentah dan menjdi korban pun berusaha mencari Ellyas untuk menagih haknya. Mereka bahkan berniat menyeret Ellyas ke meja hijau guna pertanggungjawaban atas perbuatanya. Namun, selain makin sulit dihubungi dan diduga sengaja bersembunyi  Ellyas dikenal sangat cerdik dan licin. Beberapa kali didatangi kerumahnya, di Jakarta Barat, tampak kosong. Ellyas sudah pindah dari rumah sebelumnya. Entah dimana sekarang?

Seorang Vendor yang berhasil menemui Ellyas, malah diperlakukan dengan tidak sebagaimana mestinya. Ellyas bahkan mengancam agar tidak macam-macam dengannya karena ada  Yorrys dan RBT, dua orang yang dikatakan kuat di republik ini sebagai komisaris perusahaan, mendukung dibelakangnya.  Bahkan Ellyas berulangkali menyebut RBT disebut sebut bisa mengatur kebijkan petinggi kepolisian RI, untuk membuat gentar lawan-lawanya agar mengurungkan niat untuk menuntutnya.

Dengan sederet  fakta kejahatan dan sepak terjang  Ellyas dibelakang Yorrys dan RBT selama ini. Yorrys pun berujarr. “Saat ini sudah era keterbukaan pasca reformasi, apa masih ada yang seperti itu? Kalau masih ada yang seperti itu, siapapun pihak yang merasa dirugikan sebaiknya melaporkan pada pihak yang berwajib. Ini negara hukum, biar hukum yang berbicara. Saya nggak mau repot dan nggak ada waktu dengan masalah-maslah seperti itu lagi,’’ kilah Yorrys.

Meski masih lolos dari bidikan apar hukum, kali ini ulah Benyamin Ellyas dengan mencatut nama Yorrys dan RBT ini, bakal menuai respon perlawanan pihak yang dirugikan. Salah satunya dari Pipink, Ketua kelompok Bearland yang juga Anggota Dewan Penasehat Ormas Kiblat (Komite Islam Bela Konstitusi dan saat ini diketuai Tommy Soeharto)  yang merasa harus turun tangan langsung karena surat peringatan yang dikirimkan ke Ellyas tdk pernah di tanggapi. “Saya nggak perduli siapa backing dibelakang Ellyas. Selama ada kejahatan disana, itu menjadi musuh kami,” tegas Pipink yang berniat mendatangi langsung kantor PT. Energy 9.

Selain dari Kelompok Bearland, respon geram juga datang dari Politisi PDIP Hendry Yosodiningrat dan Sys NS  (almarhum). Keduanya sempat mengungakapkan niat ingin memberi pelajaran kepada Ellyas jika batas tertentu tdk juga menyelesaikan kewajiban-kewajibannya.

Banyak pihak menilai, sepak terjang dan keberanian Ellyas dalam bisnis tidak terlepas dari adanya dua nama: Yorrys Raweyae dan RBT dibelakanngnya. Tidak heran bisnis nyerempet ranah hukum  yang dilakukan Ellyas. Salah satunya dengan berani memasukakn 20 pekerja asing ilegal dari Singapure untuk menset up peralatan panggung pada konser DJ Internasional Sensation Jakarta 2018 pada 10 Februari lalu. Meski masih lolos dalam bidikan pihak berwajib, siapa menabur angin pasti akan menuai badai. Siapapun berbuat kejahatan dinegeri ini hanya tinggal menunggu saat, pasti akan tertangkap!

“Saya kan komisaris diperusahaan itu. Tahu betul, kalau ada pekerja asing ilegal, kenapa tidak dilaporkan saja? Kenapa juga polisi tidak tangkap mereka?’’ pungkas Yorrys.

Jurnalis: Koko

Editor: Romy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here