Home NASIONAL Yudha Marhen: Kasudin Penataan Kota Jakut Di Duga Telah Di Tutup Mulut...

Yudha Marhen: Kasudin Penataan Kota Jakut Di Duga Telah Di Tutup Mulut Oleh Para Pengurus Bangunan Yang Melanggar

282
0
Foto : Bangunan 4 setengah lantai dengan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah tinggal 3 lantai di Jl. Musik Raya gang Kempul No.25 Kelurahan Pegangsaan 2 Kecamatan Kelapa Gading.

Jakarta, mediatransparancy.com – Mendirikan suatu bangunan di DKI Jakarta pada saat-saat ini sangat marak dengan pelanggaran, tetapi para pejabat yang di berikan kepercayaan dalam pengawasan di setiap wilayah justru tidak menanggapinya.

Seperti halnya bangunan pada kawasan perumahan elit Kelapa Gading yang marak dengan kegiatan membangun bahkan melanggar Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2010 tentang tata cara membangun di Wilayah Jakarta. Salah satu contoh kegiatan membangun 4 setengah lantai dengan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah tinggal 3 lantai di Jl. Musik Raya gang Kempul No.25 Kelurahan Pegangsaan 2 Kecamatan Kelapa Gading.

Kemudian ketika akan dikonfirmasi Kepala Seksi (Kasi) Penataan Kota Rudi tidak berada di kantornya, “Lagi ngak ada bang pak Rudi nya, untuk kegiatan membangun di jalan Musik Raya tersebut kita tidak tau menahu,”ujar Deden Pengawas Penataan Kota Kecamatan Kelapa Gading Kemarin Kamis (25/8/2016).

Sementara itu Yudha Marhen Pemerhati Kebijakan Publik dan juga praktisi Penataan Kota DKI Jakarta pada saat Mediatransparancy.com mengkomfirmasi sekaligus tanggapannya terkait dengan pelanggaran yang terjadi di kawasan Kelapa Gading mengatakan “meminta Unit terkait agar melakukan tindakan tegas terhadap pelanggar Perda”.

“Setiap kegiatan membangun yang melanggar peraturan daerah harus ditindak tegas karena akan mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam hal ini pajak restribusi,”tegas Yudha, Kamis (25/8/2016).

Ditambahkan Yudha apalagi wilayah kelapa gading merupakan sentral bisnis diwilayah Jakarta Utara yang sebagian besar lokasi perkatoran dan Perdagangan berada diwilayah tersebut.

“Agar memberikan efek jera pada pelanggar perda Unit terkait yaitu Kasi PK Kecamatan Kelapa Gading harus benar-benar menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) supaya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kawasan elit tersebut tidak menjadi semrawut,”tambahnya.

Selain itu juga pembangunan yang terjadi dalam pelanggaran perizinan juga terjadi di kawasan Koja tepatnya di Jln Menteng Terusan RT 17/ 7 kelurahan Lagoa kecamatan Koja, dimana dalam perizinan yang di keluarkan diperuntukan tempat tinggal, tetapi kenyataannya dilapangan di bangun dan akan dipergunakan mini market.

Dalam hal tersebut diketahui Kasudin penataan Kota Jakarta Utara bersama kroni-kroninya dianggap telah menerima beberapa sumpelan penutup mata dan mulutnya dari para pengurus bangunan tersebut.

Marhen juga menambahkan melalui mediatransparancy.com “Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama, wajib menindak tegas para bawahannya di karenakan kinerjanya dalam laporannya dianggap aspal yang di sampaikan setiap minggunya dalam Rapat Pimpinan (Rapim) diBalai Kota.”

Penulis: Aloysius Tedi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here