banner 728x250

Mabes Polri Diminta Turun Gunung Usut Penghentian Perkara Kecelakaan Mengakibatkan Meninggal Akibat Tumpukan Material Proyek Oleh Polres Samosir

  • Share

SAMOSIR, MEDIA TRANSPARANCY – Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Minggu, 11 Oktober 2020 kurang lebih pukul 19.00 telah terjadi kecelakaan di Desa Lumban Suhi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Kecelakaan yang merenggut nyawa seorang pengendara motor bernama Resman Simarmata tersebut diakibatkan sepeda motor yang ditumpangi korban menabrak tumpukan material yang belakangan diketahui milik PT Kartika Indah Jaya yang sedang melakukan pekerjaan pembangunan trotoar sepanjang Jalan Pangururan-Tomok.

judul gambar

Untuk menghindari jeratan hukum, pihak kontraktor melakukan upaya perdamaian kepada pihak keluarga korban dengan memberikan uang santunan.

Kanit Lakalantas Polres Samosir, Brigadir Heri Nalom Oppusunggu yang dikonfirmasi menyebutkan, bahwa kasus tersebut sudah SP3.

“Kasus itu sudah SP3. Kedua belah pihak telah bersepakat untuk berdamai, untuk apa kita persulit,” ujarnya.

Sekjen Graseindo, Anggiat yang dimintai komentarnya seputar penghentian perkara kecelakaan tersebut mengungkapkan keheranannya.

“Atas dasar apa pihak Polres Samosir menghentikan perkara kecelakaan tersebut? Upaya damai yang dilakukan pihak kontraktor dengan pihak keluarga korban sejatinya hanya untuk mengurangi hukuman, bukan membebaskan,” ungkapnya.

Dikatakan Anggiat, seharusnya pihak Polres Samosir tidak berhenti pada upaya perdamaian yang dilakukan oleh pihak kontraktor dengan keluarga korban.

“Sudah jelas tumpukan  material itu memakan hampir setengah badan jalan. Selain itu tidak ada rambu hati-hati, ini jelas unsur kesengajaan dan  kelalaian pihak kontraktor,” jelasnya.

Ditambahkannya, pihak kontraktor menjalankan pekerjaan yang mana anggarannya bersumber dari pemerintah, dimana segala sesuatunya dilengkapi dengan aturan dan tatanan yang jelas.

“Dengan kejadian ini (kecelakaan-red), saya bisa simpulkan, bahwa pihak kontraktor mengabaikan masalah keselamatan kerja (K3),” tuturnya.

Untuk itu, Anggiat meminta agar Mabes Polri untuk turun tangan dan melakukan pengusutan.

“Kita akan dorong Mabes Polri untuk turun gunung melakukan pengusutan masalah ini,” tegasnya. HS/Red

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *