banner 728x250

Diduga Tak Transparan, Sejumlah Guru SMPN 2 Idi Timur Desak Kepsek dan Wakur Dicopot

judul gambar

ACEH TIMUR, MediaTransparancy.com | Sejumlah tenaga pendidik di SMP Negeri 2 Idi Timur mengeluhkan sikap oknum Kepala Sekolah (Kepsek) dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum (Wakur) yang dinilai pilih kasih serta tidak transparan dalam pengelolaan sekolah.

Salah seorang guru yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa manajemen sekolah di bawah kepemimpinan saat ini terkesan amburadul. “Kami merasa pengelolaan dana dan kebijakan sekolah sangat tidak transparan,” ujarnya kepada media, Selasa (28/4/2026).

Ia membeberkan beberapa persoalan, di antaranya mengenai pengelolaan dana kantin. Menurutnya, setiap kegiatan sekolah selalu diklaim kekurangan dana, padahal ada pemasukan dari kantin. Namun, saat dikonfirmasi, pihak Wakur enggan memberikan penjelasan rinci dan hanya menyebut dana tersebut digunakan untuk keperluan sekolah.

judul gambar

Selain itu, terdapat ketidaksesuaian nilai pembayaran guru pengganti. Berdasarkan komitmen awal, guru yang menggantikan rekan yang sakit seharusnya menerima honor Rp25.000, namun realisasinya hanya dibayarkan sebesar Rp8.000 oleh pihak sekolah.

Persoalan lain yang mencuat adalah dugaan adanya “guru siluman” yang diprioritaskan lolos seleksi PPPK penuh waktu meski baru mengajar singkat, sementara guru lama justru terabaikan.

“Masalah pembagian jam mengajar juga tidak adil. Sesuai aturan, prioritas jam diberikan kepada PNS, lalu PPPK, baru kemudian guru paruh waktu. Namun, di sini ada guru PPPK sertifikasi yang justru tidak cukup jam karena jam tambahan diberikan kepada guru paruh waktu. Akibatnya, sertifikasi guru PPPK tersebut terancam tidak valid,” tambahnya.

Atas kondisi ini, para guru telah melaporkan permasalahan tersebut kepada Bupati Aceh Timur agar segera ditindaklanjuti. Mereka mengancam akan melakukan aksi mogok kerja jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Idi Timur saat dikonfirmasi menyatakan akan segera menggelar rapat internal. “Kami akan segera melakukan rapat agar miskomunikasi ini dapat terselesaikan,” pungkasnya singkat.

(SR)

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *