banner 728x250

Miris! Toilet Tanpa Pintu dan Fasilitas Kumuh Dibiarkan, Humas SMPN 2 Cikarang Utara Pilih “Bungkam” Saat Dikonfirmasi

judul gambar

BEKASI, MediaTransparancy.com |Transparansi pengelolaan anggaran pendidikan di SMP Negeri 2 Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, patut dipertanyakan. Upaya untuk mendapatkan klarifikasi terkait buruknya fasilitas sekolah justru bertepuk sebelah tangan. Pihak Humas maupun Kepala Sekolah memilih bungkam dan tidak memberikan respons apa pun atas konfirmasi resmi yang dilayangkan oleh tim redaksi Mediatransparancy.com.

Sikap diam pihak sekolah ini sangat disayangkan dan seolah membenarkan dugaan adanya pembiaran terhadap sarana prasarana yang tidak layak, sekaligus mengabaikan hak publik untuk mendapatkan informasi yang berimbang.

Seperti diketahui dari hasil investigasi lapangan oleh tim Mediatransparancy.com baru-baru ini, potret buram pendidikan terpampang nyata di lingkungan SMPN 2 Cikarang Utara. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar, justru menyuguhkan pemandangan yang memprihatinkan dan berpotensi membahayakan.

judul gambar

Beberapa temuan fatal di lapangan antara lain:

  1. Fasilitas Sanitasi Tidak Manusiawi: Kamar mandi/toilet siswa ditemukan dalam kondisi sangat tidak layak. Selain kotor, toilet tersebut dibiarkan tanpa pintu penutup sehingga mengorbankan privasi siswa. Parahnya lagi, tidak tersedia ember penampung air bersih yang memadai.

  2. Material Berbahaya Berserakan: Di beberapa area sekolah, terdapat tumpukan barang rongsokan berupa besi tua dan material teralis rusak. Selain itu, pecahan kaca dan keramik dibiarkan berserakan di tanah, yang sangat mengancam keselamatan fisik para siswa.

  3. Lingkungan Kumuh dan Tidak Terawat: Bagian halaman belakang dan samping sekolah terlihat seperti tempat pembuangan sampah. Tumpukan sampah logistik, dedaunan, dan pelepah pisang yang mengering dibiarkan menumpuk tanpa adanya upaya pembersihan rutin.

Dana Pemeliharaan BOS Dipertanyakan Kondisi sarana dan prasarana yang jauh dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) ini memicu pertanyaan besar: Ke mana menguapnya anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau APBS di SMPN 2 Cikarang Utara? Mengingat setiap tahunnya pemerintah menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk merawat fasilitas sekolah, temuan ini mengindikasikan adanya dugaan kelalaian atau bahkan penyimpangan dalam alokasi anggaran perawatan gedung.

Sebelumnya, tim redaksi telah mengirimkan pesan konfirmasi tertulis kepada pihak Humas SMPN 2 Cikarang Utara guna meminta penjelasan dan memberikan ruang hak jawab terkait temuan investigasi tersebut. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan dan berita ini ditayangkan, tidak ada itikad baik maupun balasan sepatah kata pun dari pihak manajemen sekolah.

Bungkamnya pihak SMPN 2 Cikarang Utara ini diharapkan segera mendapat atensi khusus dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi maupun Inspektorat Daerah untuk segera turun ke lapangan melakukan inspeksi dan audit menyeluruh. Keselamatan dan kenyamanan siswa dalam menimba ilmu tidak boleh dikorbankan akibat buruknya tata kelola fasilitas oleh pihak sekolah. (Reporter: Mangihut / Editor: Redaksi)

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *