PELALAWAN, MediaTransparancy.com | Sikap tidak kooperatif kembali dipertontonkan oleh manajemen PT Kina Balu Perkasa. Perusahaan perkebunan sawit di Desa Kiyab Jaya ini secara terang-terangan mengabaikan surat somasi pertama yang dilayangkan pengacara Nila Hermawati, S.H. terkait kerusakan kebun warga akibat wabah hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros).
Wabah hama ini diduga kuat merupakan dampak langsung dari aktivitas replanting (peremajaan) kelapa sawit milik perusahaan yang menggunakan metode rajang (chipping). Alih-alih merespons keluhan warga, pihak perusahaan justru memilih bungkam seribu bahasa.
Somasi Pertama Diabaikan, Perusahaan Dinilai Arogan
Surat somasi pertama diketahui telah diterima secara resmi oleh perwakilan perusahaan melalui Mandor PT Kina Balu Perkasa, Firman Sihotang, pada Selasa (07/04/2026) malam. Namun, hingga tenggat waktu berlalu, tidak ada itikad baik untuk melakukan mediasi.

“PT Kina Balu Perkasa seolah-olah tutup telinga dan tidak peduli dengan penderitaan masyarakat. Pengabaian somasi ini menunjukkan sikap yang sangat tidak profesional. Kami mendesak manajemen segera merespons sebelum langkah hukum kami tingkatkan,” tegas Nila Hermawati, S.H. kepada awak media, Jumat (10/04/2026).
Nila Hermawati Persiapkan Somasi Kedua
Kecewa dengan sikap manajemen, Nila Hermawati menyatakan akan segera melayangkan Somasi Kedua dalam waktu dekat. Ia menekankan bahwa masyarakat sangat berharap pimpinan perusahaan, yang dikenal dengan nama Yoko, bersedia hadir secara langsung untuk duduk bersama mencari solusi di kantor hukumnya.
“Kami ingin musyawarah secara terbuka. Jangan sampai pimpinan perusahaan bersembunyi di balik operasional sementara kebun rakyat hancur. Jika somasi kedua tetap diabaikan, kami akan menempuh jalur hukum yang lebih tegas serta mendesak Pemerintah Kabupaten Pelalawan mencabut izin operasional mereka jika terbukti merugikan rakyat,” tambahnya.
Pimpinan Perusahaan Kompak Bungkam
Upaya konfirmasi yang dilakukan tim redaksi melalui pesan WhatsApp kepada pimpinan PT Kina Balu Perkasa, Yoko, terkait jadwal mediasi bersama masyarakat hingga saat ini tidak membuahkan hasil. Pesan yang dikirimkan tidak mendapatkan respon hingga berita ini ditayangkan.
Kehancuran kebun sawit warga akibat hama kumbang yang dipicu limbah chipping perusahaan merupakan masalah serius yang mengancam ekonomi kerakyatan di Pelalawan. Publik kini menanti, apakah PT Kina Balu Perkasa akan terus memilih bungkam atau berani mempertanggungjawabkan dampak aktivitas mereka di lapangan.
Reporter: Damilus Editor: Fitri















