Home IBUKOTA Rencana Anies Cabut Kebijakan PSBB di DKI Jakarta Terancam Diundur, Warga yang...

Rencana Anies Cabut Kebijakan PSBB di DKI Jakarta Terancam Diundur, Warga yang Positif Covid-19 Bertambah

753
0

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Rencana Anies Baswedan untuk mencabut kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta terancam diundur. Pasalnya, warga yang terindikasi positif Covid-19 masih saja bertambah.

Hari ini saja, warga yang terindikasi positif ada 23 orang. 23 warga Kampung Elektro, RW 17, Penjaringan, Jakarta Utara tersebut dijemput dari kediamannya masing-masing oleh Tim Medis dari Puskesmas Penjaringan, Jumat (29/5/2020).

Masih adanya penambahan jumlah warga yang terindikasi positif itu, tentu dapat membuat kebijakan PSBB di DKI Jakarta bisa diundur lagi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut perpanjangan PSBB hingga 4 Juni 2020 merupakan fase menentukan. Jika angka pasien Covid-19 turun, warga Jakarta bisa masuk fase new normal.

Menurut Anies, jika masyarakat bisa tertib, PSBB di Jakarta kemungkinan dicabut pada 4 Juni mendatang.

“Sehingga kita bisa melakukan transisi menuju kehidupan normal baru. Sebaliknya, jika angka penularan Covid-19 di Jakarta masih meningkat, PSBB akan dilanjutkan kembali,” ujar Anies dalam konferensi video, Senin (25/5/2020).

Sementara itu, warga yang diklaim positif Covid-19 dievakuasi tim medis Puskesmas Penjaringan yang dipimpin oleh Dokter Ihksan.

Camat Penjaringan, Depika Romadi saat dikonfirmasi, mengaku warganya terindikasi positif Covid-19 sehingga dijemput oleh Tim Medis Puskesmas Penjaringan.

Menurut Depika, 23 warga tersebut beberapa hari lalu telah melakukan test swab dan hasilnya positif.

“19 diantaranya dikirim ke RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur untuk tindak lanjut perawatan secara medis,” ungkap Depika.

Sedangkan 4 warga lainnya, diinformasikan 2 orang berada di kampung di Sukabumi dan Serang, 1 orang dirawat di RS Dr. Suyoto sejak kemarin (28/5/2020), dan 1 orang lagi belum ditemukan dan masih dicari.

Adapun 23 warga tersebut berasal dari 6 wilayah RT, diantaranya RT 03, RT 06, RT 12, RT 13, RT 14, RT 15/ RW 17, Penjaringan, Jakut.

Terkait hal ini, Wakil Walikota Jakut, Ali Maulana selaku Kepala Gugus Tugas Covid-19 Jakarta Utara belum bisa dikonfirmasi. Begitu pula Lurah Penjaringan, Suharsono yang masih diam saat dikonfirmasi via WA.

 

 

Penulis: MT1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here