JAKARTA UTARA, MediaTransparancy.com | Memasuki usia satu abad dalam kalender Masehi di tahun 2026, Perkumpulan Nahdlatul Ulama (NU) telah mengukuhkan diri sebagai organisasi massa terbesar di dunia dengan kontribusi nyata bagi bangsa. Di balik kejayaan ini, terdapat sosok-sosok fungsionaris yang bekerja tanpa lelah di akar rumput. Salah satu yang layak menjadi teladan adalah K.H. Agus Muslim, Ketua PCNU Jakarta Utara yang kini menjalani periode keduanya.
Dalam wawancara eksklusif, Kiai Agus Muslim berbagi kisah perjalanan, dedikasi, hingga pandangannya mengenai pentingnya kaderisasi berjenjang bagi masa depan NU.
Perjalanan 29 Tahun Berkhidmat
Kiprah Kiai Agus Muslim di NU bukanlah hasil karbitan. Alumnus Pondok Pesantren Raudlatul Ulum dan Al Muhajirin, Gunung Tangkil, Bogor ini telah memulai pengabdiannya sejak 29 tahun silam.
“Saya memulai jabatan dari bawah, sebagai Wakil Sekretaris GP Ansor Jakarta Utara. Hingga detik ini, saya tidak pernah keluar dari struktur Nahdlatul Ulama,” ungkapnya tegas.
Pelopor Kaderisasi dan Instruktur Nasional
Kiai Agus merupakan saksi hidup sekaligus aktor intelektual dalam sistem kaderisasi NU. Ia merupakan salah satu peserta angkatan pertama Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) tahun 2012 yang digagas oleh K.H. As’ad Said Ali.
Ketuntasannya dalam mengikuti jenjang kaderisasi—mulai dari MKNU, PDPKPNU, hingga PMKNU—membuatnya dipercaya PBNU menjadi instruktur nasional. “Hasil dari kaderisasi adalah kemampuan memimpin dan menggerakkan NU sesuai jabatan yang diemban,” tambahnya.
Legacy Nyata: Menghidupkan Struktur hingga Membangun Kantor
Sejak dilantik menjadi Ketua PCNU Jakarta Utara pada 2020, Kiai Agus langsung “tancap gas”. Ia berhasil menghidupkan 6 MWCNU, 31 Ranting, hingga 120 Anak Ranting di seluruh Jakarta Utara.
Puncaknya, bersama Rais Syuriyah KH. Nasihin Zain, ia menorehkan sejarah dengan meresmikan gedung kantor PCNU Jakarta Utara pada Oktober 2022. Gedung ini menjadi ikon karena merupakan kantor PCNU pertama yang berdiri di wilayah DKI Jakarta kala itu.
Pesan untuk Pemimpin NU Masa Depan
Menutup perbincangan, Kiai Agus Muslim memberikan pesan mendalam bagi para fungsionaris NU yang ingin naik ke tampuk kepemimpinan. Menurutnya, modal lulusan pesantren atau sekadar nasab (keturunan) tidaklah cukup.
“Menjadi pemimpin NU harus memiliki jam terbang dalam menggerakkan perkumpulan dari akar rumput. Tidak bisa instan. Harus melewati waktu panjang secara berjenjang dan wajib mengikuti semua bentuk kaderisasi. Itulah fungsionaris NU sejati yang mumpuni!” pungkasnya.
Penulis: Akmal Editor: Hisar Sihotang















