Home Berita Terbaru Kunker ke Markas Besar OKI di Jeddah, BPOM RI Kawal Deklarasi Jakarta

Kunker ke Markas Besar OKI di Jeddah, BPOM RI Kawal Deklarasi Jakarta

137
0

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito beserta jajaran melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Markas Besar di Jeddah, Rabu (2/10/2019), untuk membahas tindak lanjut implementasi Deklarasi Jakarta dan Rencana Aksi OKI.

“Hari ini kami kembali bertemu dengan Sekretariat OKI untuk membahas tindak lanjut implementasi Deklarasi Jakarta dan Rencana Aksi OKI, serta meminta Sekretariat OKI untuk mengawal implementasi kedua hal tersebut serta kesinambungan forum NMRAs OKI,” ungkap Penny K. Lukito.

Lebih lanjut Kepala Badan POM menyampaikan harapannya kepada Sekretariat OKI agar dapat mendorong negara anggota OKI untuk meng-endorse Deklarasi Jakarta dan Rencana Aksi OKI pada Pertemuan Tingkat Menteri Kesehatan OKI (Islamic Conference of Health Ministers/ICHM) ke-7 di Abu Dhabi tanggal 15-17 Desember 2019.

“Kami juga meminta Sekretariat OKI untuk menetapkan Pertemuan NMRAs OKI sebagai pertemuan reguler 2 (dua) tahunan di antara Pertemuan ICHM, serta memanfaatkan penyelenggaraan pertemuan NMRAs OKI di sela-sela pertemuan International Conference of Drug Regulatory Authorities (ICDRA), World Health Assembly (WHA) dan Foreign Policy and Global Health (FPGH) tahun 2020,” ujar Penny K. Lukito.

Beberapa pekerjaan rumah terkait Rencana Aksi OKI yang perlu segera diselesaikan adalah pembentukan working group/kelompok kerja obat dan vaksin halal, pembentukan forum komunikasi Islamic Advisory Group terkait vaksin halal, pembentukan working group/kelompok kerja obat palsu dan substandar, serta peningkatan kapasitas NMRAs OKI. Untuk (termasuk program KSST yang telah dilakukan Badan POM).

Kunjungan Badan POM ke markas besar Sekretariat OKI ini merupakan komitmen Badan POM untuk mewujudkan visi Indonesia 2019-2024 yang telah disampaikan pada pidato pertama Presiden Republik Indonesia terpilih Joko Widodo.

“Indonesia menuju pada sebuah negara yang lebih produktif, berdaya saing, dan fleksibilitas tinggi dalam menghadapi perubahan. Peningkatan kerja sama Indonesia dengan berbagai negara dan organisasi internasional akan meningkatkan peran strategis Indonesia serta meningkatkan akses pasar/ekspor Obat dan Makanan ke pasar internasional.” tutup Kepala Badan POM.

Sebelumnya, pada 21-22 November 2018 lalu, Badan POM RI sukses menyelenggarakan The First Meeting of the Heads of National Medicine Regulatory Authorities (NMRAs) from Organization Islamic Cooperation (OIC) Member States.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan Deklarasi Jakarta dan Rencana Aksi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kemandirian (self-reliance) dan kemudahan akses obat dan vaksin yang aman, berkhasiat, bermutu, dan aman bagi rakyat di negara anggota OKI.

Penulis: Ine
alterntif text

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here