Home Berita Terbaru MANTAN MENKO POLHUKAM, TEDJO EDHY : DEWAN PERS JANGAN LARI?

MANTAN MENKO POLHUKAM, TEDJO EDHY : DEWAN PERS JANGAN LARI?

92
0

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Eks Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Laksamana (Purn.) TNI Tedjo Edhy Purdijatno mengaku prihatin atas maraknya kriminalisasi pers di berbagai daerah yang berujung kematian seorang wartawan (Alm.) Muhammad Yusuf didalam sel tahanan.

Aksi damai yang dilakukan puluhan wartawan di Dewan Pers sebagai respon atas kematian seorang jurnalis didalam sel, menurut Tedjo Edhy, seharusnya dijawab oleh Dewan Pers. Ditambahkan pula, selain kasus wartawan yang ditangkap di Sidoarjo dan wartawan yang disidangkan di Padang, kematian M. Yusuf di Kalimantan Selatan akibat pemberitaan, harusnya diberi penjelasan.

“Tapi Dewan Pers kok (diduga) seperti malah lari, ada apa? Makanya kita harus bersatu untuk melawan itu,” ujar Tedjo Edhy Purdijatno saat didaulat berbicara dalam pertemuan dengan sejumlah pimpinan organisasi pers di restoran Madame Delima, Menteng Jakarta Pusat pada, Jumat (6/7/2018) petang.

Mantan Menko Polhukam, Laksamana (Purn.) TNI Tedjo Edhy Purdijatno ketika menyampaikan amanat sambutannya saat didaulat berbicara dalam pertemuan dengan sejumlah pimpinan organisasi pers di Restoran Madame Delima, Menteng Jakarta Pusat pada, Jumat (06/07)

Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) ini juga mengingatkan kepada wartawan agar tidak takut dikriminalisasi.

 

Tedjo juga mengajak wartawan bersatu menyuarakan yang benar. “Wartawan harus jujur dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi yang benar, berdasarkan fakta serta obyektif kepada masyarakat,” imbaunya.

Di kesempatan ini purnawirawan Jendral berbintang empat ini juga mengaku pernah menjadi korban pemberitaan saat masih menjabat Menkopolhukam, namun dirinya tidak menggunakan kekuasaan dan jabatannya untuk melaporkan oknum wartawan tersebut. Tedjo juga menyorot kinerja media mainstream yang diduga sudah ikut bermain politik. Menurutnya, pemberitaan di media-media mainstream, oleh oknum wartawannya itu seolah di Indonesia ini tidak ada hal yang baik.

“Ada dugaan pemutar-balikan fakta yang terjadi di media mainstream. Masyarakat seharusnya jangan dibodoh-bodohi,” pungkasnya.(red)

 

Reporter : Ach Zark
Editor   : Hisar S

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here